KAMPAR– Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Pemerintah Provinsi Riau memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam penanganan pengungsi melalui kegiatan sosialisasi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rachmat, mengatakan persoalan pengungsi membutuhkan perhatian dan penanganan bersama agar tidak menjadi beban bagi daerah tertentu.
Menurutnya, diperlukan koordinasi antara pemerintah provinsi dan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Riau untuk merumuskan langkah penanganan yang tepat dan berkelanjutan.
“Jangan sampai masalah ini menjadi beban bagi kita di daerah masing-masing. Hari ini kita berdiskusi bagaimana progres ke depannya. Kita berharap seluruh kabupaten/kota yang ada di Riau juga memberikan perhatian dan penanganan, sehingga pengungsi yang berada di setiap daerah dapat kita atasi bersama,” ujar Boby.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kampar, Mahadi, didampingi Sekretaris Kesbangpol Yulianto, mengatakan sosialisasi tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam penanganan pengungsi di Kabupaten Kampar.
Hasil pembahasan selanjutnya akan disampaikan kepada Bupati Kampar sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
Mahadi menegaskan, persoalan pengungsi tidak semata-mata berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan. Sebagian pengungsi telah tinggal di Indonesia selama bertahun-tahun, bahkan lebih dari satu dekade, sambil menunggu adanya solusi jangka panjang.
Karena itu, menurutnya, diperlukan kepedulian, empati, dan kolaborasi berbagai pihak agar para pengungsi tetap memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan bermartabat.
Pegiat UNHCR Indonesia, Rafki, mengatakan perlindungan terhadap pengungsi dapat diwujudkan melalui kolaborasi, kepedulian, dan tindakan nyata. Menurutnya, ketika pengungsi memperoleh rasa aman, empati, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi, mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi komunitas di lingkungan tempat tinggalnya.
“Di UNHCR, kami melihat betapa besar dampaknya ketika para pengungsi punya kesempatan mewujudkan potensi dan berkontribusi bagi komunitas di sekitar mereka,” ungkapnya.
Peringatan Hari Pengungsi Sedunia menjadi momentum untuk menghormati keberanian dan martabat para pengungsi sekaligus memperkuat solidaritas dalam memberikan perlindungan.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk membangun kesamaan pemahaman dan langkah antara pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, serta organisasi terkait dalam menangani persoalan pengungsi di Provinsi Riau.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kampar Agustar, perwakilan YKMI Pekanbaru, IOM Pekanbaru, Kantor Imigrasi dan Pemasyarakatan Kampar, serta sejumlah instansi terkait lainnya.